Hypnotherapy

Apa itu hipnoterapi?

Hipnosis berasal dari Bahasa Yunani “hypnos”, yang berarti tidur. Hipnoterapi membawa seseorang ke tahap relaksasi dan mengubah kondisi kesadaran, dikenal juga dengan trance. Dalam kondisi ini orang akan menjadi responsif akan ide dan sugesti. Tapi ini tidak berarti seorang hipnoterapis dapat mengendalikan pikiran dan kemauan seseorang. Sebaliknya hipnosis dapat mengajarkan orang untuk menguasai kesadarannya.

Sejarah Hipnosis

Dari sejarah, kondisi trance telah digunakan oleh shaman dan morang-orang dahulu dalam ritual dan upacara keagamaan. Tapi hipnosis yang kita kenal sekarang dihubungkan dengan penelitian dari Franz Anton Mesmer. Mesmer menggunakan magnet dan teknik hipnotis untuk menangangi orang-orang. Mesmer dituduh menipu dan tekniknya disebut tidak memiliki penjelasan sains.

Hipnoterapi kembali populer di pertengahan 1900an saat Milton H. Erickson (1901 – 1980) menggunakan hipnosis dalam prakteknya. Pada tahun 1958, American Medical Association dan American Psychological Association mengakui hipnoterapi sebagai salah satu prosedur medis. Sejak 1995, National Institues Of Health merekomendasikan hipnoterapi sebagai penanganan penyakit kronis.

Kondisi lain di mana hipnoterapi sering digunakan adalah penanganan kecemasan dan kecanduan.

Bagaimana hipnosis bekerja?

Saat sesuatu terjadi, kita mengingatnya dan mempelajari satu ciri khas sebagai respon terhadap apa yang terjadi. Setiap kali kejadian yang mirip terjadi, reaksi fisik dan emosi kita yang berhubungan dengan ingatan sebelumnya berulang. Terkadang reaksi ini tidak baik. Dalam beberapa bentuk hipnoterapi, terapis membimbing untuk mengingat kejadian yang mengakibatkan terjadinya reaksi tersebut, memisahkannya dari apa yang diingat, dan menggantinya dengan ingatan yang baru yang lebih sehat/baik.

Saat hipnosis, badan akan sangat santai dan pikiran menjadi fokus. Seperti teknik relaksasi lainnya, hipnosis menurunkan tekanan darah dan detak jantung, dan mengubah gelombang otak. Dalam tahap relaksasi ini, Anda akan merasa tenang secara fisik namun sadar secara mental, dan Anda akan mudah merespon sugesti. Pikiran bawah sadar Anda akan lebih fokus. Sebagian orang merespon sugesti lebih baik dari lainnya.

 

Sumber

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter