NLP – Hipnoterapi

NLP

Neuro-Linguistic Programming (NLP) dikenalkan pertama kali pada tahun 1970an oleh John Grinder, asistent profesor linguistik di Universitas California dan Richard Bandler, mahasiswa psikologi di universitas yang sama. Mereka mengkaji tiga terapis terkenal: Fritz Perls, pencipta terapi Gestalt; Virginia Satir, family therapist; dan Milton Erickson, demigod dalam terapi hipnosis.

Mereka tidak berfokus mempelajari teori, tapi mereka mencoba menciptakan suatu model untuk kesuksesan terapi yang dapat diaplikasikan secara praktikal, dan dapat diajarkan. Hasil pengkajian mereka dijadikan ke dalam empat buku yang diterbitkan antara tahun 1975 dan 1977.

Praktisi NLP akan menginvestigasi trigger yang menyebabkan suatu masalah (i.e kecemasan atau fobia) terus terjadi. Trigger ini mungkin dari apa yang dilihat, didengar, atau dirasakan oleh klien. It’s not what you think, it’s how you think of it.

Seperti, saat Anda merebahkan diri di tempat tidur di malam yang menakutkan dan tiba – tiba Anda mendengar suara pintu terbanting. Suara yang ditimbulkan terdengar lebih nyaring dan jelas dibandingkan dengan yang sebenarnya.

NLP-Hipnoterapi

Contoh lainnya orang dengan kecemasan berlebihan. Walaupun orang cenderung menganggap kecemasan adalah gejala fisiologis yang terjadi kepada mereka, kecemasan merupakan bagian dari pola yang dipelajari otak dan tubuh dan menjadi familiar setelah bertahun-tahun.

Orang yang cemas dalam situasi tertentu biasanya akan membuat proyeksi secara tidak sadar di mana proyeksi ini akan terprogram dan membuat kecemasan itu kembali muncul saat dihadapkan dengan situasi yang sama.

Tujuan dari NLP-Hipnoterapi adalah untuk mengacaukan pola/proyeksi yang tertanam dan mengajarkan klien cara mengatasinya di waktu yang akan datang.

It's only fair to share...Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter